Rabu, 13 Mei 2020

Etika Bisnis

Pengertian Etika Bisnis
Etika bisnis adalah aturan yang tidak tertulis tentang benar dan tidaknya dalam menjalankan suatu bisnis yang mencakup segala aspek kegiatan bisnis baik itu individu, perusahaan dan masyarakat. Etika bisnis yang dijalankan dalam suatu perusahaan dapat memberikan nilai kepada semua pegawainya,  tentang norma dan perilaku baik karyawan sampai level pimpinan sekaligus.
Pengertian Etika Bisnis Menurut Para Ahli
Etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi kritis tentang moralitas dalam kegiatan (Bertens)
Etika bisnis adalah etika terapan dimana wilayah penerapan prinsip moral berada di wilayah tindakan manusia didalam bidang bisnis ekonomi dan memiliki sasaran yang berupa moral pembisnis itu sendiri. (Yosephus)
Etika bisnis merupakan standar etika yang memiliki keterkaitan dengan cara dan tujuan dalam menentukan keputusan bisnis (Steade Et Al)
Etika bisnis adalah pengetahuan mengenai tata cara yang ideal terhadap pengelolaan dan pengaturan bisnis yang harus memperhatikan moralitas dan norma yang ada dan dikenali secara universal. (Budi Untung)

Tujuan Etika Bisnis
Dalam berbisnis Anda harus memiliki tujuan yang jelas seperti yang tercantum dalam business plan awal. Nah berikut ini ada rangkuman mengenai tujuan etika berbisnis:
Tujuan berbisnis salah satunya memberikan kesadaran akan perilaku dan moral kepada pemilik bisnis agar menjalankan bisnisnya dengan baik.
Etika bisnis dapat mengatur dan mengarahkan kepada para pelaku bisnis untuk mewujudkan sebuah managemen bisnis  menjadi lebih biak, sehingga orang bisa percaya bahwa bisnis  Anda memiliki etika yang baik.
Dengan memiliki etika berbisnis, Anda akan dijauhkan dari citra buruk, sifat licik, dan penipuan sehingga merugikan banyak orang.

Manfaat Etika Bisnis
Setelah Anda menjalankan etika bisnis dengan benar, akan ada manfaat baik yang didapatkan untuk bisnis Anda, seperti:
Kredibilitas perusahaan meningkat
Bisnis memiliki citra yang baik bagi konsumen
Bisnis akan berjalan secara aman dan nyaman
pegawai dan pimpinan akan menjunjung tinggi moral
Menciptakan hubungan baik antara konsummen dan pebisnis

Prinsip etika bisnis
Bertens (2013:25) mengemukakan bahwa bisnis yang beretika ini perlu dipandang dari tiga sudut pandang, yaitu:
Sudut pandang ekonomi
Bisnis yang baik akan menghasilkan keuntungan tanpa merugikan orang lain.
Sudut pandang hukum
Bisnis yang baik tidak melanggar aturan-aturan hukum yang berlaku dan telah ditetapkan.
Sudut pandang moral
Bisnis yang baik tentunya sesuai dengan ukuran-ukuran moralitas. 
Sementara itu, ada lima prinsip yang dapat dijadikan sebagai pedoman perilaku untuk menjalankan bisnis etika tersebut. Hal ini dikemukakan oleh Sonny Keraf (1998), yaitu:
Prinsip Kejujuran
Prinsip kejujuran menanamkan sikap bahwa sesuatu yang dipikirkan berarti sesuaut yang dikatakan, sementara apa yang dikatakan adalah sesuatu yang dikerjakan. Prinsip ini mengedepankan kepatuhan dalam melaksanakan komitmen serta perjanjian yang sudah disepakati.
Prinsip Otonomi
Prinsip otonomi memegang teguh kemandirian, tanggung jawab, dan kebebasan. Hal ini berarti bahwa orang yang mandiri adalah orang yang mampu memutuskan dan melakukan tindakan berdasarkan kemampuan sendiri berdasarkan dengan apa yang diyakini dan bebas dari hasutan, tekanan, serta ketergantungan.
Prinsip Keadilan
Dalam prinsip ini tertanam sikap untuk memperlakukan semua pihak dengan adil, yakni tidak membedakan siapa pun dari berbagai aspek.
Prinsip Integritas Moral
Prinsip integritas moral adalah prinsip teguh untuk tidak merugikan orang lain dalam segala keputusan dan tindakan bisnis yang diambil. Prinsip ini dilandasi oleh kesadaran bahwa setiap orang harus dihormati, baik harkat dan martabatnya.

Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain ialah :
1. Pengendalian diri
2. Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility)
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknolog
4. Menciptakan persaingan yang sehat.
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah
9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar