Selasa, 14 Februari 2017

Budaya Lokal di Indonesia

MAKALAH
“Budaya Lokal di Indonesia”





Nama : Amanda Putri Himatasya
Kelas :1ID05
NPM : 30416694





Fakultas Teknologi Industri
Universitas Gunadarma
Depok
2016/2017





KATA PENGANTAR
       Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya kepada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah “Budaya Lokal di Indonesia”. Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapat bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari  semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk masyarakat maupun inspirasi terhadap pembaca.



                                                                                              Depok, 14 Februari 2017



                                                                                              Amanda Putri Himatasya





BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kemajemukan budaya lokal di Indonesia tercermin dari keragaman budaya dan adat istiadat dalam masyarakat. Suku bangsa di Indonesia, seperti suku Jawa, Sunda, Batak, Minang, Timur, Bali, Sasak, Papua, dan Maluku memiliki adat istiadat dan bahasa yang berbeda-beda. Budaya lokal  Indonesia terletak di wilayah yang menghampar dari ujung utara Pulau Weh sampai ke bagian timur di Merauke. Selain itu, Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan keragaman budaya yang dimilikinya. Oleh karena itu kita sebagai bangsa indonesia harus menjaga dan mengembangkan budaya lokal dari genarisi ke generasi bangsa indonesia agar bangsa indonesia bisa terus maju dan tidak kalah saing dengan budaya- budaya asing lainya.
1.2 Rumusan masalah
1.2.1 Apa yang di maksud dengan budaya lokal?
1.2.2 Jelaskan maca-macam budaya lokal di indonesia?
1.2.3 Jelaskan ciri-ciri budaya lokal?
1.2.4 Jelaskan hubungan antar budaya lokal di indonesia?
1.2.5 Jelaskan Pengaruh budaya lokal terhadap budaya asing di indonesia. ?
1.2.6 Jelaskan Peranan budaya lokal mendukung ketahanan budaya nasional?

1.3 Tujuan
1.3.1 Untuk Mengetahui pengertian budaya lokal
1.3.2 Untuk mengetahui macam-macam budaya lokal di indonesia
1.3.3 Untuk mengetahui ciri-ciri budaya lokal
1.3.4 Untuk mengetahui hubungan antar budaya lokal di indonesia
1.3.5 Untuk mengetahui pengaruh budaya lokal terhadap budaya asing di indonesia 
1.3.6 Untuk mengetahui peranan budaya lokal mendukung ketahanan budaya nasional



BAB II
PEMBAAHASAN
2.1 .    Pengertian Budaya Lokal
Kata “budaya” berasal dari kata budaya, yang merupakan bentuk jamak dari kata buddhi (berasal dari bahasa sansekerta) yang mempunyai arti budi atau akal. Budi artinya akal pikiran, sedangkan daya mempunyai arti usaha atau ikhtiar. Dalam bahasa inggris, budaya dikenal dengan istilah culture yang mempunyai arti budaya, yang sebenarnya istilah ini berasal dari kata latin colere, artinya mengolah atau mengerjakan, tanah (bertani).
Budaya lokal adalah suatu budaya yang perkembanganya didaerah-daerah dan merupakan milik suku bangsa nusantara. Bangsa indonesia dikenal sebagai bangsa yang multikultural dalam suku bangsa dan budaya.
Contoh :
1.      Budaya Selamatan dalam lingkaran Hidup Manusia di Suku Bangsa Jawa  (Mitoni/Tingkep, Brokohan, Puputan, Sunatan, Perkawinan, Selamatan orang yang sudah meninggal, dll)
2.      Budaya Garebeg Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat
3.      Budaya Ngaben untuk masyarakat Suku Bangsa Bali
Budaya lokal  Indonesia terletak di wilayah yang menghampar dari ujung utara Pulau Weh sampai ke bagian timur di Merauke. Selain itu, Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan keragaman budaya yang dimilikinya. Oleh karena itu bangsa Indonesia disebut juga bangsa majemuk yang memiliki beragam budaya. Selain itu, Indonesia memiliki letak sangat strategis dan tanah yang subur dengan kekayaan alam melimpah ruah. Keadaan geografis yang strategis ini menyebabkan semua arus budaya asing bebas masuk ke Indonesia. Hampir semua budaya setiap etnis mulai Asia sampai Eropa ada di Indonesia. Budaya yang masuk itu memperkaya dan memengaruhi perkembangan budaya lokal yang ada secara turun temurun.

2.2    Macam-macam budaya lokal di indonesia.
            Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang multicultural karena masyarakatnya terdiri dari berbagai suku bangsa dengan budayanya masing-masing yang berbeda-beda. Oleh karena itu di Indonesia berkembang berbagai budaya local yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Budaya local itu merupakan unsure pembentuk budaya nasional. Sehingga keseluruhan budaya local yang berkembang di masyarakat Indonesia merupakan budaya nasional bangsa Indonesia.
Berikut ini beberapa contoh budaya local yang berkembang di masyarakat Indonesia:
Ø  Tradisi Upacara Labuhan Merapi (Budaya masyarakat Yogyakarta khususnya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat).
Ø  Tradisi Ngaben (Budaya masyarakat Hindu-Bali)
Ø  Tradisi Batapung Tawar Maayun (Budaya masyarakat Martapura, Amuntai, Kandangan dan Banjarmasin)
Ø  Karaban Sapi (Budaya masyarakat Madura)
Ø  Tradisi Selamatan Dalam Lingkaran Hidup Manusia (Budaya masyarakat Jawa)

2.3 Ciri budaya lokal
Ciri budaya lokal dapat dikenali dalam bentuk kelembagaan sosial yang memiliki suatu suku bangsa. Kelembagaan sosial merupakan ikatan sosial bersama diantara anggota masyarakat yang mengkoordinasikan tindakan sosial bersama antara anggota masyarakat. Lembaga sosial memiliki orientasi perlakuan sosial kedalam yang sangat kuat. Hal itu ditunjukan dengan orientasi untuk memenuhi kebutuhan lembaga sosial tersebut. Bentuk kelembagaan sosial itu dapat dijumpai dalam sistem gotong royong dijawa dan didalam sistem banjar atau ikatan adat dibali. Gotong royong merupakan ikatan hubungan tolong menolong diantara masyarakat desa.
Didaerah pedesaan pola hubungan gotong royong dapat terwujud dalam banyak asfek kehidupan. Kerja bakti, bersih desa, dan panen bersama, merupakan beberapa contoh dari aktifitas gotong royong yang sampai sekarang masih dapat ditemukan didaerah pedesaan. Didalam masyarakat jawa, kebiasaan gotong royong terbagi dalam berbagai macam bentuk. Bentuk itu diantaranya berkaitan dengan upacara siklus hidup manusia, seperti perkawinan, kematian, dan panen yang dikemas dalam bentuk selamatan.

2.4  Hubungan antar budaya lokal di indonesia
Bangsa indonesia merupakan kesatuan dari bangsa yang majemuk, artinya bangsa indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan berbagai kebudayaan Menurut hasil penelitian van vollenhoven, aneka ragam suku bangsa yang bermukim diwilayah indonesia diklasifikasikan berdasarkan sistem lingkaran-lingkaran hukum adat yang meliputi 19 daerah, yaitu:
1.      Aceh
2.      Gayoh- alas dan batak, Nias dan batu
3.      Minang kabau dan mentawai
4.      Sumatera selatan dan enggano
5.      Melayu
6.      Bangka dan belitung
7.      Kalimantan
8.      Sangir talaut
9.      Gorontalo
10.  Sulawesi selatan
11.  Toroja
12.  Tarnate
13.  Ambon-maluku dan kepulauan barat daya
14.  Irian
15.  Timur
16.  Bali dan lombok
17.  Jawa tengah dan jawa timur
18.  Surakarta dan jogjakarta
19.  Jawa barat

a.       Hubungan bahasa
Hubungan antar kebudayaan lokal, tercermin dalam bentuk persebaran bahasa daerah, sebagai bentuk persebaran unsur budaya lokal. Hal itu sebagai dampak interaksi sosial antara kelompok masyarakat yang berbeda kebudayaan.
Misalnya penduduk suku bangsa jawa yang tinggal berbatasan dengan wilayah suku bangsa sunda(jawa barat) antara lain cilacap dan brebes, memiliki ragam bahsa yang merupakan perpaduan antara bahasa jawa dan sunda. Demikian halnya penduduk suku bangsa jawa yang berbatasan dengan wilayah madura , memiliki ragam bahasa yang menunjukkan perpaduan antara bahasa jawa dan madura.
Perpaduan bahas tersebut tercermin dalam bentuk logat atau dialek. Dialek bahasa jawa penduduk brebes berbeda dengan dialek bahasa jawa penduduk semarang, berbeda dengan penduduk solo dan berbeda pula dengan penduduk surabaya, meskipun mereka sama-sama menggunakan bahasa jawa. Di era kehidupan sekarang ini, khususnya dikalangan remaja, pemakaian dialek bahasa betawi seperti gua (saya), lu(kamu), uda (sudah).
Hubungan sistem kesenian
Hubungan yang terjalin antar kebudayaan lokal dapat terlihat pada unsur kesenian. Jalinan interaksi sosial antar suku bangsa, bisa terjadi melalui kegiatan expansi, migrasi, maupun perdagangan. Misal perkembangan seni pertunjukan wayang, tidak hanya terbatas dilingkungan masyarakat jawa saja melainkan dapat dijumpai pada masyarakat sunda dan bali meskipun berbeda jenisnya. Demikian halnya dengan tari topeng. Perkembangan tari topeng dapat dijumpai dalam kebudayaan masyarakat betawi, sunda, jawa tengah, timur, dan bali.
Hubungan sistem tekhnologi
Meningkatnya peradaban suatu suku bangsa sekaligus menandai proses perubahan kebudayaan lokal. Pola kehidupan masyarakat yang dinilai lebih maju berpengaruh terhadap pola kehidupan masyarakat yang tingkat peradabanya masih sederhana. Melalui proses migrasi maupun interaksi perdagangan, telah terjadi saling mempengaruhi terhadap kebudayaan lokal. Misal kehidupan suku terasing yang hidup dipedalaman akhirnya akan mampu menyesuaikan dengan pola kehidupan masyarakat luar yang modern, setelah mereka membuka diri menjalin interaksi sosial dengan masyarakat luar. Dibidang tekhnologi penyesuaian tersebut dapat berupa alat rumah tangga dan pakaian.

2.5 Pengaruh budaya lokal terhadap budaya asing di indonesia.
Pengaruh budaya asing terjadi pertama kali saat suatu bangsa berinteraksi dengan bangsa lain misalnya: melalui perdagangan dan penjajahan. Dalam proses interaksi tersebut terjadi saling mempengaruhi unsur budaya antar bangsa. Pada awalnya perhatian para sarjana antropologi untuk memahami bagaimana unsur kebudayaan asing bisa masuk ke indonesia adalah melalui penelusuran sejarah mengenai kedatangan bangsa-bangsa asing ke indonesia yang bertujuan untuk melakukan kolonelisasi. Pada masa kolonial belanda diterapkan sistem administrasi, seperti kelurahan, desa, dan dusun yang sampai sekarang masih tetap berlaku.

2.6    Peranan budaya lokal mendukung ketahanan budaya nasional
Dalam menganalisa permasalahan budaya lokal yang harus ditingkatkan demi memperkokoh budaya nasional dapat menggunakan rumus SWOT sehingga kita dapat menganalisa dari semua sudut pandang agar dapat mengetahui apa saja kelemahan yang kita miliki sehingga kita dapat mencari jalan keluarnya, mempertahankan setiap kekuatan budaya lokal yang telah kita miliki, peluang yang ada yang dapat kita manfaatkan dan tantang-tantangan yang harus kita hadapi sehingga kita dapat mempersiapkan diri akan datangnya kemungkinan tentang yang menghadang.
a.       Kekuatan
Keberagaman budaya yang ada di indonesia sudah dikenal luas di seantero bumi ini dan seakan menjadi primadona diantara seluru kebudayaan yang ada. Kelebihan ini tentunyatelah membuat indonesia menjadi objek wisata penelitian maupun tempat untuk belajar dalam pengembangan ilmu budaya.
b.      Kelemahan
Seluruh dunia tahu betapa indonesia kaya dengan kebudayaan.mulai dari bahasa, tari-tarian sampai lagu.setiap daera di indonesia memiikinya dengan kehasan masing-masing namun, dengan hasana kebudayaan begitu luas bangsa indonesia ditantang. Pada era globalisasi kini nilai-nilai serta budaya dari luar dapat dengan mudah merasuk kerana kehidupan berbangsa indonesia.
c.       Peluang
Inisiatif dalam melakukan penetrasi penciptraan bangsa ini kedepannya akan sangat berpengaruh dalam perkembangan kemajuan budaya nasional di mata dunia, dimana hal ini akan memberikan dampak positif yang akan membuat indonesia menjadi salah satu pusat cagar budaya dunia.
d.      Tantangan
Di era globalisasi seperti sekarang ini sangat sulit untuk dapat melestarikan budaya nasional, dimana hal ini menjadi sebuah permasalahan yang amat sulitt untuk dicarikan jalan keluarnya. Tentu hal ini menjadi masalah yang amat besar bagi negara ini.



BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
           Kata “budaya” berasal dari kata budaya, yang merupakan bentuk jamak dari kata buddhi (berasal dari bahasa sansekerta) yang mempunyai arti budi atau akal. Budi artinya akal pikiran, sedangkan daya mempunyai arti usaha atau ikhtiar.
            Dalam bahasa inggris, budaya dikenal dengan istilah culture yang mempunyai arti budaya, yang sebenarnya istilah ini berasal dari kata latin colere, artinya mengolah atau mengerjakan, tanah (bertani).
Budaya lokal adalah suatu budaya yang perkembanganya didaerah-daerah dan merupakan milik suku bangsa nusantara. Bangsa indonesia dikenal sebagai bangsa yang multikultural dalam suku bangsa dan budaya
     Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang multicultural karena masyarakatnya terdiri dari berbagai suku bangsa dengan budayanya masing-masing yang berbeda-beda. Oleh karena itu di Indonesia berkembang berbagai budaya local yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Budaya local itu merupakan unsure pembentuk budaya nasional. Sehingga keseluruhan budaya local yang berkembang di masyarakat Indonesia merupakan budaya nasional bangsa Indonesia.

3.2 Kritik dan saran
       Dalam makalah ini penulis menyarankan kepada pembaca agar kita saling menghargai kebudayan-kebudayaan yang ada dj indonesia dan harus saling melestarikan kebudayaan nya masing-masjng,  penulis juga mengharapkan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca, dikarenakan penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan.



DAFTAR PUSTAKA
http://mybloogelelktro.blogspot.co.id/2016/02/makalah-budaya-lokal.html?m=1




Rabu, 08 Februari 2017

Manusia dan Kebudayaan

A. PENGERTIAN MANUSIA

        Arti manusia Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Sedangkan secara istilah, manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna didunia. Hal ini dikarenakan hanya manusia yang memiliki akal dan pikiran. Oleh sebab itu, manusia tidak bisa hidup sendiri. Manusia juga merupakan makhluk sosial yang senantiasa berinteraksi. Interaksi tersebut dapat terjadi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok. Oleh sebab itu, manusia mempunyai suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat terus menerus, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama.
 
B. PENGERTIAN HAKIKAT MANUSIA
Semua manusia pasti memiliki hakikatnya. Tapi, apakah arti hakikat manusia itu sendiri? Hakikat manusia ialah peran ataupun fungsi nyata yang harus dijalankan oleh setiap umat manusia didunia. Tetapi, hal tersebut tidak selalu benar karena banyak manusia yang tidak menjalankan peran ataupun fungsi nyata dengan benar, contonya melakukan kejahatan. 
Berikut merupakan pengertian hakikat manusia sebagai makhluk sosial dan individu: 
  •  Manusia sebagai makhluk sosial Manusia adalah makhluk sosial, artinya manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Setiap manusia memerlukan orang lain untuk hidup bersama dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada perkembangan seperti zaman modern sekarang, manusia tidak hanya membutuhkan orang lain, tetapi juga membutuhkan sarana dan prasarana pendukung seperti lembaga-lembaga masyarakat ataupun Negara. 
  • Manusia sebagai makhluk individu, artinya mereka berusaha untuk selalu menghasilkan sesuatu untuk dijadikan kepentingan, kebutuhan, dan potensi pribadi yang dimilikinya. Hal tersebut akan terus berkembang dan selalu mengikuti perkembangan hidup manusia itu sendiri yang dialaminya dan perkembangan yang ada pada dirinya. 
Manusia juga memiliki wujud dan sifat hakikatnya, yaitu: 
  • Kemampuan Menyadari Diri = Kemampuan mengembangkan kesempatan yang ada, dan memperluas kearah kesempurnaan dan menyadarinya sebagai kekuatan. 
  • Kemampuan Bereksistensi = Manusia bersifat aktif dan manusia adalah manejer untuk lingkungannya. Pemilikan Kata Hati 
  • Kemampuan membuat keputusan tentang sesuatu yang baik dan buruk baginya. Cara meningkatkan : Belajar dari apa yang sudah pernah dilakukan serta melatih pikiran dan emosional. 
  • Kemampuan Bertanggung Jawab = Segala sesuatu perbuatan harus sesuai dengan kodratnya karena manusia memiliki tuntutan yang harus dipenuhi.
C. PENGERTIAN KEBUDAYAAN
        Kata kebudayaan berasal dari kata budh dalam bahasa Sansekerta yang berarti akal, kemudian menjadi kata budhi (tunggal) atau budhaya (majemuk), sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kebudayaan berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal yang merupakan unsure rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai unsure jasmani sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia. Kebudayaan = cultuur (bahasa belanda) = culture (bahasa inggris )= tsaqafah (bahasa arab), berasal dari perkataan latin : “colere” yang artinya mengolah, mengerjakan, menyuburkan dan mengembangkan, terutama mengolah tanah atau bertani. Dari segi arti ini berkembanglah arti culture sebagai “segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam”.

D. PENGERTIAN KEBUDAYAAN TIMUR
     Kebudayaan Timur adalah kebudayaan yang cara pembinaan kesadarannya dengan cara melakukan berbagai macam pelatihan fisik dan mental. Pelatihan fisik dapat dicontohkan dengan cara menjaga pola makan dan minum ataupun makanan apa saja yang boleh dimakan dan minuman apa saja yang boleh di minum, karena hal tersebut dapat berpengaruh pada pertumbuhan maupun terhadap fisik. Sedangkan untuk pelatihan mental yaitu dapat berupa kegiatan yang umumnya/mayoritas dilakukan sendiri, seperti : bersemedi, bertapa, berdo’a, beribadah, dll.
     Kebudayaan timur yang dimaksud disini adalah sebuah kebudayaan diluar kebudayaan orang-orang eropa barat (bangsa eropa barat dan jajahannya). Kebudayaan timur muncul sebagai pembeda dari negara-negara yang pernah dijajah oleh bangsa eropa barat. Oleh karena itu munculah sebuah istilah barat dan timur. Hal yang paling dominan dari kebudayaan timur adalah adat istiadat yang masih dipegangteguh.Walaupun adat istiadat saat ini mulai pudar dan berubah. Selain itu hal yang dominan adalah konsep gotong royong,kebersamaan menjadi hal yang paling utama.
E. UNSUR KEBUDAYAAN
Ketika melakukan kunjungan ke luar daerah, ke luar kota, bahkan sampai ke luar negeri, kita akan selalu menemukan tujuh aspek budaya dalam masyrakat yang kita kunjungi tersebut, yaitu :
1. Sistem bahasa
2. Sistem peralatan hidup dan teknologi
3. Sistem ekonomi dan mata pencaharian hidup
4. Sistem kemasyarakatan dan organisasi sosial
5. Ilmu pengetahuan
6. Kesenian
7. Sistem kepercayaan, atau agama

F. WUJUD KEBUDAYAAN
Wujud kebudayaan dapat dibedakan menjadi tiga bagian yaitu:

o Wujud Gagasan Budaya dalam wujud gagasan/ide ini bersifat abstrak dan tempatnya ada dalam alam pikiran tiap warga pendukung budaya yang bersangkutan sehingga tidak dapat diraba atau difoto.Sistem gagasan yang telah dipelajari oleh setiap warga pendukung budaya sejak dini sangat menentukan sifat dan cara berpikir serta tingkah laku warga pendukung budaya tersebut. Gagasan-gagasan inilah yang akhirnya menghasilkan berbagai hasil karya manusia berdasarkan sistem nilai, cara berfikir dan pola tingkah laku. Wujud budaya dalam bentuk sistem gagasan ini biasa juga disebut sistem nilai budaya.

o Wujud benda hasil budaya Semua benda hasil karya manusia tersebut bersifat konkrit, dapat diraba dan difoto. Kebudayaan dalam wujud konkrit ini disebut kebudayaan fisik. Contoh: bangunan-bangunan megah seperti tembok cina, menhir, alat rumah tangga seperti kapak perunggu, gerabah dan lain-lain. Salah satu contoh kebudayaan di Mesir yaitu Piramida Dalam kenyataan sehari-hari ketiga wujud tersebut yaitu gagasan, perilaku dan benda hasil budaya tidak terpisahkan dan saling mempengaruhi. Contoh: salah satu unsur kebudayaan adalah sistem religi maka wujud budaya sistem religi adalah sebagai berikut:
1) Gagasan
2) Perilaku

o Wujud perilaku Budaya dalam wujud perilaku berpola menurut ide/gagasan yang ada. Wujud perilaku ini bersifat konkrit dapat dilihat dan didokumentasikan (difoto dan difilm). Contoh: Petani sedang bekerja di sawah, orang sedang menari dengan lemah gemulai, orang sedang berbicara dan lain-lain. Masing-masing aktivitas tersebut berada dalam satu sistem tindakan dan tingkah laku.salah satu contoh Wujud perilaku dalam kebudayaan adalah Tari.

G. PERUBAHAN KEBUDAYAAN 

          Perubahan (dinamika) kebudayaan adalah perubahan yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda, sehingga terjadi keadaan yang tidak serasi bagi kehidupan. Definisi perubahan (dinamika) kebudayan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut. A. John Lewis Gillin dan John Philip Gillin Perubahan kebudayaan adalah suatu variasi dari cara-cara hidup yang disebabkan oleh perubahan-perubahan kondisi geografis kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi dan penemuan baru dalam masyarakat tersebut. B. Samuel Koenig Perubahan kebudayaan menunjuk pada modifikasimodifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi-modifikasi tersebut terjadi karena sebab-sebab internal maupun eksternal. C. Selo Soemardjan Perubahan kebudayaan adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan yang memengaruhi sistem sosial, termasuk nilai-nilai, sikap, dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat D. Kingsley Davis Perubahan kebudayaan adalah perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat.
Faktor-faktor internal penyebab perubahan kebudayaan, antara lain sebagai berikut.
• Adanya ketidakpuasan terhadap sistem nilai yang berlaku.
• Adanya individu yang menyimpang dari sistem nilai yangberlaku.
• Adanya penemuan baru yang diterima oleh masyarakat.
• Adanya perubahan dalam jumlah dan kondisi penduduk. Faktor-faktor eksternal penyebab perubahan kebudayaan, antara lain sebagai berikut.
• Adanya bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, dan lainlain.
• Timbulnya peperangan.
• Kontak dengan masyarakat lain.

 H. HUBUNGAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
 

        Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi Kebudyaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.
       Secara sederhana hubungan antara manusia dengan kebudayaan ketika manusia sebagai perilaku kebudayaan,dan kebudayaan tersebut merupakan objek yang dilaksanakan sehari-hari oleh manusia Di dunia sosiologi manusia dengan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal,maksudnya walaupun keduanya berbeda tetapi merupakan satu kesatuan yang butuh,ketika manusia menciptakan kebudayaan,dan kebudayaan itu tercipta oleh manusia.

   Contoh-Contoh Hubungan Antara Manusia dengan Kebudayaan :

1) Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan Contoh: Adat-istiadat melamar di Lampung dan Minangkabau. Di Minangkabau biasanya pihak permpuan yang melamar sedangkan di Lampung, pihak laki-laki yang melamar.

2) Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda ( urban dan rural ways of life) Contoh: Perbedaan anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota bersikap lebih terbuka dan berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya sedangkan seorang anak desa lebih mempunyai sikap percaya pada diri sendiri dan sikap menilai (sense of value)

3) Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas sosial Di masyarakat dapat dijumpai lapisan sosial yang kita kenal, ada lapisan sosial tinggi, rendah dan menengah. Misalnya cara berpakaian, etiket, pergaulan, bahasa sehari-hari dan cara mengisi waktu senggang. Masing-masing kelas mempunyai kebudayaan yang tidak sama, menghasilkan kepribadian yang tersendiri pula pada setiap individu.

4) Kebudayaan khusus atas dasar agama Adanya berbagai masalah di dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda di kalangan umatnya.

5) Kebudayaan berdasarkan profesi Misalnya: kepribadian seorang dokter berbeda dengan kepribadian seorang pengacara dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara mereka bergaul. Contoh lain seorang militer mempunyai kepribadian yang sangat erat hubungan dengan tugas-tugasnya. Keluarganya juga sudah biasa berpindah tempat tinggal.

Kamis, 02 Februari 2017

Pengabdian dan Pengorbanan

A. Pengabdian

Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagi perwujudan kesetiaan, cinta, kasih saying, hormat atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.Pengabdia it pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan hal itu berarti dia mengabdi kepad keluarga. Lain halnya jika kita membantu teman dalam kesulitan mungkin sampai berhari hari itu bukan pengabdian tapi hanya bantuan saja.

B. Pengorbanan

Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.Perbedaan antara pengertian pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jclas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Antara sesama kawan, sulit dikatakan pengabdian, karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya. Tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama teman. Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan.Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan, pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.

- Contoh Pengabdian :

Kesediaan seorang guru sekolah dasar ditempatkan di pelosok terpencil daerah transmigrasi, adalah pengabdian yang juga menuntut pengorbanan. Dikatakan pengabdian karena ia mengajar di situ tanpa menerima gaji dari pemerintah, tanpa diurus oleh pihak berwenang usul pengangkatannya, ia hanya bertanggung jawab untuk kemajuan dan kecerdasan masyarakat / bangsanya. la hanya menerima penghargaan dan belas kasihan dari masyarakat setempat. Pengorbanan yang ia berikan berupa tenaga, pikiran, waktu untuk kepentingan anak didiknya.

- Contoh Pengorbanan :

Padahal setiap saat kita melakukan pengorbanan sebagai contoh kita memilih bangun lebih pagi hari ini, berarti kita kehilangan waktu tidur yang lebih lama atau lebih panjang. Kita juga sering berfikir bahwa sebuah pengorbanan adalah ha-hal yang besar, seperti berkorban demi tumpah darah Indonesia, mengorbankan nyawa dan lain sebagainya.

Keadilan Sosial

A.    Definisi Keadilan Sosial

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata adil berarti tidak berat sebelah atau tidak memihak atau sewenang-wenang, sehingga keadilan mengandung pengertian sebagai suatu hal yang tidak berat sebelah atau tidak memihak atau sewenang-wenang.

Menurut Aristoteles keadilan adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit.

Menurut Wikipedia Bahsa Indonesia, keadilan sosial adalah keadaan dimana kekayaan dan sumber daya suatu negara didistribusikan secara adil kepada seluruh rakyat.

Keadilan sosial diartikan sebagai suatu keadaan yang menggambarkan bahwa hasil pembangunan dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.

Semua orang yang menjadi warga negara Indonesia berhak mendapat keadilan. Dan keadilan yang sesuai adalah keadilan menurut sila ke-5 dalam Pancasila yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Tentunya itu bukan hanya sebagai tulisan saja, tapi kita harus merealisasikan sila tersebut dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, marilah kita wujudkan kedilan sosial di negara kita ini supaya masyarakatnya hidup bahagia, tentram dan sejahtera.

B.     Karakteristik Negara Berkeadilan Sosial

Menurut saya, negara yang berkeadilan sosial memiliki ciri – ciri sebagai berikut :

1.      Menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia

          Negara yang berkeadilan sosial harus bisa menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia yang ada. Dengan memenuhi semua Hak Asasi Manusia yang ada pasti negara tersebut bisa mencapai keadilan sosial. Ada banyak Hak Asasi Manusia yang harus dipenuhi misalnya hak untuk hidup, hak untuk mendapatkan kehidupan yang layak, hak untuk mendapatkan pendidikan dan lain – lain.

2.      Menegakkan hukum yang ada

          Di Indonesia untuk penegakan hukum belum maksimal. Hukum itu bagaikan dua mata pisau yang tajam ke bawah tapi tumpul untuk yang di atas. Bagaiman negara ini bisa mencapai keadilan jika aparat penegak hukum masih belum maksimal dalam mengerjakan tugasnya.

3.      Adil dalam segala hal

         Adil tidak berarti harus sama. Tapi adil berarti sesuai dengan porsi yang sesuai dengan kita. Tapi apakah keadilan itu sudah terlaksana dalam segala hal? Jawabannya belum. Masih banyak ketidakadilan di negeri kita ini.Dan itu yang jadi PR untuk kita semua.

4.      Berusaha untuk menyejahterakan masyarakatnya

          Negara yang berkeadilan tentunya akan memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Kesejahteraan rakyat sangatlah penting. Tapi di Indonesia kesejahteraan rakyat sangatlah minim. Seharusnya pemerintah berusaha keras untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Dan untuk pemerintah “tertentu” bukan mensejahterakan rakyatnya malah mensejahterakan diri sendiri dan keluarganya.

5.      Pemerataan sumber daya yang ada

          Untuk masalah sumber daya alam Indonesia merupakan negara yang sangat kaya dengan berbagai macam sumber daya alam yang ada. Tapi untuk pemerataannya sangat kurang. Sumber daya yang ada hanya dikuasai oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan pribadinya.
         
C.     Upaya untuk Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Berkeadilan Sosial

Ada beberapa cara untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkeadilan sosial, misalnya :

1.      Menjunjung tinggi HAM
2.      Menegakkan hukum yang ada
3.      Membenahi sistem pemerintahan yang ada
4.      Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
5.      Pemerataan dalam pembangunan