MAKALAH
“KONSEP
WAWASAN NUSANTARA”
\

Disusun
Oleh:
Nama: Amanda Putri Himatasya
Kelas:
2ID03
NPM:
30416694
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2017
KATA PENGANTAR
Puji dan
syukur kita panjatkan kehadirat Allah
SWT. karena
atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Makalah ini berjudul “Konsep
Wawasan Nusantara”. Makalah
ini disusun agar dapat bermanfaat sebagai media sumber informasi dan pengetahuan.
Penyusun menyadari makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan, untuk itu kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat
dibutuhkan. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat dan berguna serta bisa digunakan sebagaimana mestinya. Terima
kasih, dan semoga makalah ini bisa memberikan sumbangan positif bagi kita semua.
i
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR…………………………………………………………………………..i
DAFTAR
ISI…………………………………………………………………………………...ii
BAB I
PENDAHULUAN……………………………………………………………………...3
1. Latar Belakang……………………………………………………………………....................3
2. Rumusan……………………………………………………………………………….............3
3. Tujuan………………………………………………………………………………….............4
BAB II
PEMBAHASAN………………………………………………………………………5
1. Pengertian Wawasan
Nusantara………………………………………………………...............5
2. Latar Belakang Nusantara……………………………………………………………...............6
3. Teori-teori
geopolitik…………………………………………………………………...............7
4. Implementasi
Wawasan Nusantara……………………………………………………...............8
5.
Tujuan Wawasan Nusantara……….…………………………………………………...............9
6.
Azas Wawasan Nusantara……………………………………………………………..............10
7. Fungsi
Wawasan Nusantara……………………………………………………….…...............11
8. Kedudukan
Wawasan Nusantara……………………………………………………................11
BAB III PENUTUP
1. Kesimpulan…………………………………………………………………………................12
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………...…..13
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
keanekaragaman pendapat, kebudayaan kesenian, kepercayaan, memerlukan suatu
perekat agar bangsa yang bersangkutan bersatu guna memelihara keutuhan
negaranya. Suatu bangsa dalam menyelenggarakan kehidupannya tidak terlepas dari
pengaruh lingkungannya, kondisi sosial masyarakat, kebudayaan dan tradisi,
kepercayaan, keadaan alam dan wilayah serta pengalaman sejarah.
Kata wawasan berasal dari bahasa Jawa, yaitu
wawas (mawas) yang artinya melihat, memandang. Jadi kata wawasan dapat di artikan
sebagai cara melihat atau cara memandang.
Kehidupan negara senantiasa dipengaruhi
perkembangan lingkungan strategik sehingga wawasan harus mampu memberi
inspirasi pada suatu bangsa dalam menghadapi berbagai hambatan dan tantangan.
Salah satu persyaratan mutlak harus
dimiliki oleh sebuah negara adalah wilayah kedaulatan, di samping rakyat dan
pemerintahan yang diakui. Konsep dasar wilayah negara kepulauan telah
diletakkan melalui Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957. Deklarasi tersebut
memiliki nilai sangat strategis bagi bangsa Indonesia, karena telah melahirkan
konsep Wawasan Nusantara yang menyatukan wilayah Indonesia. Laut Nusantara
bukan lagi sebagai pemisah, akan tetapi sebagai pemersatu bangsa Indonesia yang
disikapi sebagai wilayah kedaulatan mutlak Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ada bangsa yang secara eksplisit
mempunyai cara bagaimana ia memandang tanah airnya beserta lingkungannya. Cara
pandang itu biasa dinamakan wawasan nasional. Sebagai contoh, Inggris dengan
pandangan nasionalnya berbunyi: "Brittain rules the waves". Ini
berarti tanah Inggris bukan hanya sebatas pulaunya, tetapi juga lautnya.
2. Rumusan
Masalah
Di
dalam makalah ini mempunyai beberapa rumusan masalah antara lain:
1. Pengertian Wawasan Nusantara
2. Azas,
kedudukan, fungsi dan tujuan wawasan nusantara
3. Latar
Belakang Wawasan Nusantara
4. Teori-teori
geopolitik
5.
Implementasi Wawasan Nusantara
3
3.
Tujuan Masalah
Makalah ini mempunyai beberapa
tujuan yaitu :
- Untuk mengetahui pengertian dari wawasan nusantara.
- Untuk mengetahui kedudukan, azas, fungsi dan tujuan wawasan nusantara.
- Untuk mengetahui latar belakang wawasan nusantara.
- Untuk mengetahui implementasi wawasan nusantara.
- Untuk mengetahui teori-teori geopolitik.
4
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Wawasan Nusantara
Wawasan
secara umum yang berarti pandangan, tinjauan, penglihatan, atau tanggap
indrawi. Selain menunjukkan kegiatan untuk mengetahi serta arti
pengaruh-pengaruhnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, wawasan juga
mempunyai pengertian menggambarkan cara pandang, cara tinjau, cara melihat,
atau cara tanggap indrawi.
Nasional
menunjukkan kata sifat, ruang lingkup, dan bentuk kata yang berasal dari
istilah nation berarti bangsa yang telah mengidentiikasikan diri ke dalam
kehidupan bernegara atau secara singkat dapat dikatakan sebagai bangsa yang
telah menegara.
Nusantara
menggambarkan kesatuan wilayah perairan dan gugusan pulau-pulau yang terletak
di atara Samudera Pasifik dan Samudera Indonesia, serta di antara Benua Asia
Benua Australia.
Wawasan
Nasional merupakan “cara pandang” suatu bangsa tentang diri dan lingkungannya.
Wawasan merupakan penjabaran dari falsafat bangsa Indonesia sesaui dengan
keadaan geografis suatu bangsa, serta sejarah yang pernah dialaminya.
Esensinya
adalah bagaimana bangsa itu memanfaatkan kondisi geografis, sejarahnya, serta
kondisi sosial budayanya dalam mencapai cita-cita dan tujuan nasionalnya.
Dengan demikian, wawasan nusantara dapat
diartikan sebagai cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya
berdasarkan ide nasionalnya yang dilandasi Pancasila dan UUD 1945, yang
merupakan aspirasi bangsa merdeka, berdaulat, bermartabat, serta menjiwai tata
hidup dan tindak kebijaksanaannya dalam mencapai tujuan nasional.
Wawasan
Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan
bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam pelaksanannya,
wawasan nusantara mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan
untuk mencapai tujuan nasional. Walaupun memiliki perbedaan, Indonesia masih
bisa bersatu sampai sekarang ini karena mempunyai Pancasila dan UUD 1945 yang
dapat menyatukan perbedaan tersebut. Sehingga sikap bangsa Indonesia dapat
menghargai satu dengan yang lainnya.
5
B.
Latar
Belakang Wawasan Nusantara
1. Sila
1 (Ketuhanan yang Mahaesa) menjadikan Wawasan Nusantara merupakan wawasan yang
menghormati kebebasan beragama
- Sila 2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) menjadikan Wawasan Nusantara merupakan wawasan yang menghormati dan menerapkan HAM (Hak Asasi Manusia)
- Sila 3 (Persatuan Indonesia) menjadikan Wawasan Nusantara merupakan wawasan yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.
- Sila 4 (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan) menjadikan Wawasan Nusantara merupakan wawasan yang dikembangkan dalam suasana musyawarah dan mufakat.
- Sila 5 (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) menjadikan Wawasan Nusantara merupakan wawasan yang mengusahakan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Wawasan
nusantara juga melatar belakangi beberapa aspek. Berikut adalah aspek-aspeknya:
A. Falsafah Pancasila
Nilai-nilai
pancasila mendasari pengembangan wawasan nasional. Nilai-nilai tersebut adalah:
- Penerapan Hak Asasi Manusia(HAM), seperti memberi kesempatan menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing- masing.
- Mengutamakan kepentingan masyarakat daripada individu dan golongan.
- Pengambilan keputusan berdasarkan musyawarahuntuk mufakat.
B. Aspek kewilayahan nusantara
Pengaruh
geografi merupakan suatu fenomena yang perlu diperhitungkan, karena Indonesia
kaya akan aneka Sumber Daya Alam (SDA) dan suku bangsa.
C. Aspek
sosial budaya
6
D. Aspek sejarah
Indonesia
diwarnai oleh pengalaman sejarah yang tidak menghendaki terulangnya perpecahan
dalam lingkungan bangsa dan negara Indonesia. Hal ini dikarenakankemerdekaan
yang telah diraih oleh bangsa Indonesia merupakan hasil dari semangat persatuan
dan kesatuan yang sangat tinggi bangsa Indonesia sendiri. Jadi, semangat ini
harus tetap dipertahankan untuk persatuan bangsa dan menjaga wilayah kesatuan
Indonesia.
C.
Teori-teori
geopolitik
A.Riederich
Ratzel
Pertumbuhan
negara dapat dianalogikan (disamakan) dengan pertumbuhan organisme (mahluk
hidup) yang memerlukan ruang hidup, melalui proses lahir, tumbuh, berkembang,
mempertahankan hidup tetapi dapat juga menyusut dan mati.
Negara
identik dengan suatu ruang yang ditempati oleh kelompok politik dalam arti
kekuatan. Makin luas potensi ruang makin memungkinkan kelompok politik itu
tumbuh (teori ruang). Suatu bangsa dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya
tidak terlepas dari hukum alam. Hanya bangsa yang unggul yang dapat bertahan
hidup terus dan langgeng.
B. James Burnham
James
Burnham adalah seorang pionir dalam pengembangan geopolitik antikomunisme
sebuah aksioma geopolitik bahwa jika ada satu daya berhasil mengatur [Eurasia]
Heartland dan hambatan luar, kekuatan itu pasti akan menguasai dunia.
C. Karl Haushofer (1896-1946)
pendapat
ini berkembang di Jerman dinawah kekuasaaan Adolf Hitler, berkembang pula di
Jepang berupa ajaran Hako Ichiu yang berlandaskan mliterisme dan paham fasisme.
pokok teori Haushofer yaitu:
a. Suatu
bangsa dalam mempertahankan hidupnya tidak terlepas dari hukum alam, sehingga
hal ini menjurus pada ekspansionisme.
b. Kekuasaan
imperium daratan yang kompak akan dapat menandingi kekuasaan imperium Maritim
dalam penguasaan laut.
7
D. Implementasi Wawasan Nusantara
Wawasan
nusantara memiliki beberapa hal yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan
berkebangsaan. Dan dapat diimplementasikan dalam beberapa bidang baik di dalam
pemerintahan maupun di masyarakat. Berikut adalah beberapa bidang yang dapat
diimplementasikan dengan wawasan nusantara.:
A. Implementasi Wawasan Nusantara dalam
Bidang Politik
Pelaksanaan
kehidupan politik yang sudah diatur di dalam undang-undang seperti UU Partai
Politik, UU Pemilihan Umum, dan UU Pemilihan Presiden. Pelaksanaan
undang-undang ini harus sesuai dengan hukum dan harus mementingkan persatuan
bangsa Indonesia. Contohnya : seperti dalam pemilihan presiden, harus
menjalankan prinsip demokratis dan keadilan. Sehingga hal tersebut tidak akan
menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Memperkuat
komitmen politik terhadap partai politik dan lembaga pemerintahan yang
bertujuan untuk meningkatkan semangat kesatuan dan persatuan. Meningkatkan
peran bangsa Indonesia dalam kancah Internasional dan memperkuat korps
diplomatik sebagai upaya ketahanan dan keamanan Negara Republik Indonesia.
B. Implementasi Wawasan Nusantara dalam
Bidang Ekonomi
Dalam
bidang ekonomi, implementasi wawasan nusantara akan menghasilkan tatanan
ekonomi yang benar-benar akan menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan
masyarakat Indonesia.
Prinsip-prinsip
implementasi wawasan nusantara dalam bidang ekonomi yaitu :
i.
Kekayaan di wilayah nusantara, baik
potensial ataupun efektif merupakan modal dan miliki bersama guna untuk
memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat dan wilayah yang ada di Indonesia.
ii.
Tingkat perkembangan ekonomi harus
merata dan seimbang di seluruh daerah tanpa meninggalkan ciri khas yang
dimiliki oleh daerah masing-masing dalam menumbuhkan kehidupan perekonomiannya.
C. Kehidupan Sosial.
8
Mengembangkan
kehidupan bangsa yang serasi antara masyarakat yang berbeda, dari segi budaya,
status sosial, maupun daerah. Pengembangan budaya Indonesia untuk melestarikan
kekayaan Indonesia, serta dapat dijadikan kegiatan pariwisata yang memberikan
sumber pendapatan nasional maupun daerah.
D. Kehidupan Pertahanan dan Keamanan.
a) Memberikan
kesempatan kepada setiap warga negara untuk beperan aktif karena merupakan
kewajiban setiap warga negara seperti meningkatkan kemampuan disiplin,
memelihara lingkungan, dan melaporkan hal-hal yang mengganggu kepada aparat dan
belajar kemiliteran.
b) Membangun
rasa persatuan dengan membangun rasa solidaritas dan hubungan erat antara warga
negara berbeda daerah dengan kekuatan keamanan agar ancaman suatu daerah atau
pulau menjadi ancaman bagi daerah lain untuk membantu daerah yang diancam
tersebut.
c) Membangun
TNI profesional dan menyediakan sarana dan prasarana bagi kegiatan pengamanan
wilayah indonesia, khususnya pulau dan wilayah terluar Indonesia.
E. Tujuan
Wawasan Nusantara
Tujuan
wawasan nusantara adalah mewujudkan nasionalisme yang tinggi dari segala aspek
kehidupan rakyat indonesia yang mengutamakan kepentingan nasional dari pada
kepentingan perorangan, kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah
1.
Tujuan nasional, dapat dilihat dalam
Pembukaan UUD 1945, dijelaskan bahwa tujuan kemerdekaan Indonesia adalah “untuk
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darahIndonesia dan untuk
mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut
melaksanakan ketertibandunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial“.
2.
Tujuan ke dalam adalah mewujudkan
kesatuan segenap aspek kehidupan baik alamiah maupun sosial, maka dapat
disimpulkan bahwa tujuan bangsa Indonesia adalah menjunjung tinggi kepentingan
nasional, serta kepentingan kawasan untuk menyelenggarakan dan membina
kesejahteraan, kedamaian dan budi luhur serta martabat manusia di seluruh
dunia.
9
F. Azas Wawasan Nusantara
Azas
wawasan nusantara merupakan ketentuan atau kaidah pokok yang harus di taati, di
patuhi, dan di pelihara untuk menciptakan perdamaian dan keseimbangan di negeri
ini. Apabila asas wawasan nusantara ini terabaikan atau bahkan tidak
dilaksanakan, maka hal tersebut dapat membuat perpecahan di negara Indonesia
ini.
Asas asas wawasan
nusantara meliputi:
1.
Kepentingan yang Sama
Saat
menegakkan dan merebut kemerdekaan, kepentingan bersama bangsa ini adalah
menghadapi para penjajah secara fisik.
4. Keadilan
Kesesuaian
pembagian hasil yang adil atas jeri payah dan aktifitas yang telah dilakukan
baik itu individu ataupun kelompok.
5.
Kejujuran
Keberanian
untuk berfikir dan bertindak sesuai dengan fakta dan realita serta ketentuan
yang benar walaupun itu pahit sedikitpun. Demi terciptanya kebenaran dan
kemajuan bangsa dalam suatu negara.
6.
Solidaritas
Solidaritas
sangat diperlukan. Dengan adanya kerja sama, rela berkorban, mau berbagi untuk
orang lain tanpa meninggalkan ciri dan karakter budaya masing-masing.
7.
Kerja Sama
Adanya
koordinasi, saling mengerti satu dengan yang lainnya berdasarkan atas
kesetaraan sehingga kerja menjadi lebih efektif untuk mencapai target yang
telah ditentukan bersama.
8.
Kesetiaan
Kesetiaan
terhadap kesepakatan bersama untuk menjadi bangsa yang mandiri. Kesetiaan
terhadap segala kesepakatan yang telah dibuat sangatlah penting dan menjadi
tonggak utama untuk terciptanya persatuan dan kesatuan di dalam suatu negara.
10
G. Fungsi Wawasan Nusantara
Fungsi
Wawasan Nusantara dibedakan dalam beberapa pandangan antara lain sebagai
berikut:
a) Fungsi
wawasan nusantara sebagai konsepsi ketahanan nasional adalah sebagai konsep
dalam pembangunan, pertahanan keamanan dan kewilahayan
b) Fungsi
wawasan nusantara sebagai pembangunan nasional adalah mencakup kesatuan
politik, sosial dan ekonomi, sosial dan politik, dan kesatuan pertahanan dan
keamanan.
c) Fungsi
wawasan nusantara sebagai pertahanan dan keamanan adalah pandangan geopolitik
Indonesia sebagai satu kesatuan pada seluruh wilayah dan segenap kekuatan
negara.
d) Fungsi
wawasan nusantara sebagai wawasan kewilayahan adalah pembatasan negara untuk
menghindari adanya sengketa antarnegara tetangga.
H.
Kedudukan
Wawasan Nusantara
Wawasan
Nusantara menjadi landasan visional dalam menyelenggarakan kehidupan
nasional.Wawasan Nusantara dalam paradigma nasional dapat dilihat dari
spesifikasinya sebagai berikut:
a) Pancasila
sebagai falsafah, ideologi bangsa, dan dasar Negara, berkedudukan sebagai
landasan yang adil.
b) Undang-Undang
Dasar (UUD) 1945 sebagai landasan konstitusi negara; berkedudukan sebagai
landasan konstitusional.
c) Wawasan
Nusantara sebagai visi nasional; berkedudukan sebagai landasan konsepsional
d) Ketahanan
Nasional sebagai konsepsi nasional; berkedudukan sebagai landasan konsepsional.
11
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan di atas kita dapat menyimpulkan Secara
umum Wawasan Nusantara adalah keutuhan nusantara/nasional, dalam
pengertiannya yaitu cara pandang yang secara utuh menyeluruh dalam lingkup
nusantara dan demi kepentingan nasional.
Tujuan dari wawasan nusantara tersebut yaitu mewujudkan
nasioanalisme yang tinggi disegala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih
mengutamakan kepentingan nasioanal dari pada kepentingan individu, kelompok,
golongan, suku bangsa atau daerah (kepentingan individu, kelompok, golongan,
suku bangsa atau daerah tetap dihargai selama tidak bertentangan dengan
kepentingan nasional atau kepentingan masyarakat banyak.
12
DAFTAR
PUSTAKA
Muchji, Achmad . dkk. 2007. Pendidikan
Pancasila. Jakarta. Penerbit Gunadarma.
GIRILFC. (2013, 21 Maret).wawasan nasional suatu bangsa teori
kekuasaan dan geopolitik. Diakses 3 November 2017 <https://girilfc.wordpress.com/2013/03/21/wawasan-nasional-suatu-bangsa-teori-kekuasaan-dan-geopolitik/>
Fauzan Barus. (2015, 22 April). Rangkuman wawasan Nusantara.
Diakses 3 November 2017. <https://fauzanbrs94.wordpress.com/2015/04/22/rangkuman-wawasan-nusantara/>
Bima Haryadi. (2016, 20 April).Wawasan Nusantara Indonesia.
Diakses 3 November 2017.
Ferry. (2017, 7 Agustus) Wawasan Nusantara Sebagai Doktrin Nasional
Untuk Menjaga Eksistensi NKRI. Diakses 3 November 2017.<http://wartanasional.net/2017/08/07/wawasan-nusantara-sebagai-doktrin-nasional-untuk-menjaga-eksistensi-nkri/>
13
Tidak ada komentar:
Posting Komentar